Atasi Impotensi dengan Terapi Kejut Listrik

0
135

JURNALPLUS.COM– Para peneliti dari Spire Manchester Hospital berhasil menciptakan pengobatan baru yang diklaim efektif mengatasi impotensi, yakni extracorporeal shockwave therapy (ESWT) atau terapi kejut listrik. Cara kerjanya cukup sederhana.


“Sederhananya, terapi ini menggunakan gelombang listrik berintensitas rendah untuk menghasilkan sinyal-sinyal kimiawi dalam penis sehingga terbentuk pembuluh darah baru,”  kata ahli urologi dari Spire Manchester Hospital Vijay Sangar MD.

Seperti dilansir Daily Star, Vijay mengatakan terapi kejut listrik bekerja dengan cara mengembalikan aliran darah yang menurun, sama seperti yang dialami pada pasien penyakit jantung koroner. Teknologi serupa juga telah digunakan pada pasien penyakit jantung.

Namun pada terapi pasien impotensi, peningkatan aliran darah ke Mr P diharapkan bisa mengembalikan kemampuan ereksinya dengan cara disetrum sebanyak 1500 kali setiap sesinya dengan intensitas setrum yang rendah sehingga pasien tidak perlu khawatir merasakan sakit.

“Ini tidak terasa sakit sama sekali dan efek sampingnya minim. Sebagian pasien memang merasakan ketidaknyamanan di bagian dasar Mr P selama dua minggu, tetapi ini akan hilang dengan sendirinya,” jelasnya.

Terapi yang dibandrol dengan harga 2000-4000 Poundsterling atau setara dengan Rp33 juta sampai Rp67 juta ini diklaim efektif 70%  dapat mengembalikan ereksi hingga dua tahun lamanya. Hal ini terbukti melalui percobaan yang melibatkan 112 pria berusia 37 hingga 80 tahun.

Hasilnya, sebanyak 57% mengaku kembali merasakan ereksi alami setelah menjalani terapi selama lima minggu. Sementara 72% dari 192 pakar yang menghadiri Congress for the European Society for Sexual Medicine yakin bahwa terapi kejut listrik ini bisa mengobati disfungsi ereksi.

Menurut Vijay, setiap pasien yang akan melakukan terapi hanya membutuhkan dua sesi perminggunya selama tiga minggu. Terapi ini pun hanya memakan waktu 15-20 menit. Selanjutnya pasien diberi jeda selama tiga minggu untuk menjalani terapi sekali lagi untuk tiga minggu berikutnya.

“Jadi total ada 12 kali terapi, lantas efeknya biasanya baru terlihat setelah 8 minggu,” ujar dia.

Kendati terbukti efektif mampu mengatasi impotensi, namun terapi ini masih perlu dilakukan uji coba untuk mengetahui tingkat keamanan dan efektivitasnya sebab dalam percobaan sebelumnya, ada beberapa pasien yang hanya memperlihatkan sedikit kemajuan. Selain itu, peralatan terapi juga masih dikaji oleh FDA di Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here