Melatih Mental Anak adalah Investasi

0
177

JURNALPLUS.COM – Tanpa disadari orang tua melakukan pengawasan ketat yang cenderung berlebihan kepada anak. Padahal, hal itu memberi dampak pada perkembangan mental anak. Baik menghambat tingkat ketahanan mental hingga lebih mudah gelisah atau depresi. Sementara anak merupakan investasi.

Head of School AIS Kemang Michelle Reynold menjelaskan ketahanan mental anak yang tinggi akan meningkatkan level emosional dan sosial yang positif pada anak, keterlibatan dalam kegiatan belajar, kemampuan mengatasi beragam situasi sulit, dan menurunkan tingkat depresi.

“Dengan demikian, anak akan lebih bisa mengenali dan mengelola perasaan diri sendiri, memahami perasaan orang lain, membentuk dan menjaga hubungan yang positif dengan sekitarnya, mampu memecahkan masalah secara mendiri dan membuat keputusan, serta memiliki tujuan untuk masa depan mereka,” kata Michelle.

Sementara, dampak positif yang dihasilkan jika orang tua membina ketahanan anak pada saat usia dini adalah peningkatan sosial dan keterampilan emosional anak, peningkatan kesehatan mental, pengurangan stres emosional anak, memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup.

“Jika mempunyai mental baik, kemungkinan besar anak menawarkan dukungan untuk teman-teman sebaya dan teman sekelas, anak lebih siap untuk menghadapi bullying, kecemasan, depresi, bunuh diri saat remaja, penyalahgunaan zat, meningkatkan kecerdasan emosional dan keterampilan berpikir sosial,” terang Michelle.

Salah satu cara untuk membentuk ketahanan mental anak adalah dengan mengajaknya bermain musik dan drama. Dua hal tersebut dapat membuat hati anak menjadi gembira dan secara tidak langsung juga dapat melatih mental anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here